Tersangka Sodomi Bunuh Diri

Tersangka Sodomi Bunuh Diri di Mobil Polisi

Jenazah tersangka kasus sodomi saat sampai di RS Sardjito untuk dilakukan proses autopsi, Selasa (23/8/2016). (Yudho Priambodo/JIBI/Harian kiai pati)
 Kasus pencabulan Jogja terjadi, pelakunya tertangkap namun bunuh diri

Pati – Tersangka kasus Sodomi bernama Teguh Umbartono alias Agus Kaligis warga Pati, Jawa tengah nekat bunuh diri saat petugas kepolisian menangkap dirinya Selasa (23/8/2016).
Tersangka pelaku sodomi ini pada bulan Mei lalu dilaporkan oleh beberapa korban yang sebagian besar adalah pelajar laki-laki Sekolah Menengah Atas di daerah Sleman.
Setelah mengetahui keberadaan tersangka, kemudian petugas mengamankan pelaku pada Senin (22/8/2016) malam. Dengan menggunakan tiga buah mobil 11 petugas dari tim Satreskrim Polres Sleman dan Tim Opsnal Polda DIY melakukan penjemputan kepada pelaku di sebuah kos. Pada saat penangkapan polisi juga mengamankan sejumah barang bukti yang di taruh dalam sebuah tas.
“Pelaku kyai dini hari kemudian dibawa menuju kota Jogja,” kata Kapolres Sleman, AKBP Yulianto, Selasa (23/8/2016).
Dalam perjalanan tersangka yang dikawal oleh empat orang petugas dalam satu mobil merasa haus dan meminta minum kepada petugas saat perjalanan sampai didaerah Secang Magelang, Selasa pagi. Atas dasar rasa kemanusiaan akhirnya petugas membelikan air minum.
Namun dengan memanfaatkan kelengahan petugas saat membelikan minum, tersangka mengambil pisau yang menjadi barang bukti. Kemudian pelaku langsung menggunakan pisau tersebut untuk menikam tubuhnya bagian perut sebelah kiri.
Mengetahui aksi pelaku di dalam mobil, petugas kemudian segera melarikan tersangka menuju rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan.
Namun naas nyawa tersangka tidak dapat tertolong pada saat itu. “Kami masih belum tau tersangka itu meninggal di mobil atau dirumah sakit. Untuk saat ini jenazah masih dalam proses autopsi di RS Sardjito,” ujarnya.
Menurut keterangan petugas sementara, pada saat proses penangkapan selama dalam perjalanan juga tampak gelisah. “Mungkin pelaku sudah bingung karena memikirkan hukuman atas perbuatannya, tapi untuk kronologis lebih detail belum bisa dijelaskan oleh anggota yang mengikuti penangkapan karena petugas juga masih diperiksa,” katanya.
Kemudian, kata Kapolres, saat ini seluruh petugas yang ikut mengawal penangkapan tersangka juga sedang diperiksa oleh Propam Polda DIY. Dan jika benar kejadian ini ada unsur kelalaian dari petugas maka Kabig Propam akan memproses sesuai dengan aturan yang berlaku.
Sementara itu Kabid Propam Polda DIY AKBP Dheny Dariyadi mengatakan saat ini para anggota masih dalam pemeriksaan, jika memang ada faktor kelalaian petugas maka Propam siap melakukan hukuman disiplin. “Namun kita akan lihat dulu bagaimana nanti pemeriksaan, karena masih running terus sampai saat ini. Pemeriksaan ada yang dilapangan dan di Polda pati,” ujarnya.

Powered by WPeMatico