Aduan Masyarakat Kendal Lewat Aplikasi

Bupati Kendal meresmikan layanan aduan dengan aplikasi online, Jumat (28/7). Foto: metrojateng.com/mj-01KENDAL – Tidak puas dengan pelayanan publik atau ingin mengadukan permasalahan yang ada di Kabupaten Kendal, sekarang warga bisa langsung melaporkan melalui aplikasi yang baru di launching bertepatan dengan Hari Jadi Kabupaten Kendal ke 412, Jumat (28/07) pagi.
Melalui Unit Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik (UP4),  keluhan dan aduan masyarakat untuk kemudian bisa ditindak lanjuti secara cepat dan tepat.  Kanal media pengaduan tersebut  dapat melalui aplikasi Knok Knok, aplikasi Lapor yang bisa diunduh di telepon pintar melalui playstore ataupun Appstore untuk pengguna Iphone.
Selain warga yang mengadu juga bisa mengakses suara warga di website kendalkab.go.id, lapor.go.id . Laporan dari masyarakat juga akan diterima melalui facebook di akun Lapor Kendal, Twitter @lapor_kendal dengan menyertakan #lapor_kendal. Laporan dan aduan masyarkat juga bisa melalui SMS ke nomor 1708 dengan format : KENDAL (spasi) (isi aduan).
“Atau bisa telepon langsung ke 0294-384008, surat ke PO BOX lapor kendal atau datang langsung di ruang Media Center di Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten (Diskominfo) Kendal,” kata Kepala Dinas Diskominfo Kendal, Muryono.
Pembentukan UP4 ini merupakan aplikasi untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi dair pemerintah sehingga memperoleh transparan dan akuntabel. ”Artinya melalui UP4 ini, informasi bersifat terbuka, mudah dan dapat diakses oleh semua pihak yang membutuhkan,” tambahnya.
Selain aplikasi aduan masyarakat, Bupati Mirna juga meluncurkan pelayanan perijinan online. Kepala DPMPTSP, Soepardjan mengatakan perizinan online ini diberi nama Dianter atau akronim dari Digital Pelayanan Terpadu. “Layanan ini memberikan keuntungan cepat, mudah, transparan dan bisa diakses setiap hari,” katanya.
Ada empat yang bisa dilayani, Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), surat izin usaha jasa  konstruksi (SIUJK),  Tanda Daftar Perusahan (TFP) dan perpanjangan izin mempekerjakan tenaga kerja asing (IMTA). “Untuk siup itu waktunya jika manual bisa dua pekan, dengan layanan Dianter ini, bisa satu pekan selesai,” jelasnya.
Layanan perizinan online ini juga sebagai bentuk dalam menyikapi perubahan dan pelayanan berbasis teknologi dan informasi yang tentunya akan sangat mempermudah masyarakat untuk memperoleh perizinan usaha di Kendal.  “Harapan kami dengan kemudahan bisa mendongkrak investor untuk menanamkan modalnya ke Kendal,” imbuhnya.
Bupati Mirna menyampaikan, dengan adanya UP4 dan pelayanan perijinan online merupakan salah satu langkah efektif dari pemerintah untuk menyasar langsung kebutuhan masyarakat. Sehingga OPD-OPD yang ada bisa membuat program kerja yang tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat.
“Sehingga begitu ada masalah bisa langsung muncul, dan OPD yang bersangkutan bisa langsung memantau dan menindak lanjuti masalah yang ada. Dari aplikasi ini saya juga bisa memantau, mana OPD yang aktif dan tanggap terhadap keluhan, aduan dan masukan dari masyarakat,” katanya.
Sementara pelayanan perijinan online, Bupati Kendal mengatakan layanan ini merupakan salah satu langkah percepatan pertumbuhan investasi di Kendal. “Jadi kedepan tidak ada lagi investor yang mengeluhkan perizinan di Kendal. Tidak perlu bolak-balik untuk mengurus izin, cukup denan layanan online langsung bisa terpantau,” tuturnya.
Dengan tumbuhnya investasi, menurutnya akan mempercepat pertumbuhan ekonomi di Kendal. Hal itu akan berdampak langsung pada pengurangan angka penangguran dan kemiskinan di Kendal. “Sehingga Kendal Permata Pantura sebagaimana terwujud,” tambahnya. (adv)
The post Aduan Masyarakat Kendal Lewat Aplikasi appeared first on METROJATENG.COM: Kabar Berita Jawa Tengah.
Powered by WPeMatico

Powered by WPeMatico